Sabtu, 6 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu Damai 2024
Selasa 07 November 2023, 06:58 WIB
Tribunnews.jpg

Jetsiber.com - Medan - Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak seluruh masyarakat terutama di wilayah Provinsi Sumut untuk turut mensukseskan Pemilu 2024. Hal itu disampaikan Kapolda saat menjadi pembicara pada talkshow yang dilaksanakan Tribun dengan tema 'Bersandar pada Negara Wujudkan Kolaborasi Presisi untuk Terciptanya Pemilu Damai 2024 dan Bermartabat Tanpa Hoaks, di Ballroom Hotel Grand Mercure, Kota Medan, Senin (06/11/23).


"Pemilu damai, harus kerja bareng seluruh lapisan masyarakat, lembaga negara, pemerintah, masyarakat dan media. Kenapa media penting, karena mengantar informasi. Karena informasi memunculkan persepsi jadi bagaimana kita mendorong informasi, dan ketika ada problem harus ada solusi," jelas Kapolda Sumut dilansir dari Tribunnews, Senin (06/11/23).

Kapolda mengungkapkan bahwa dibanding tahun 2018, pemilu tahun 2024 berjalan lebih damai. Pembelahan di masyarakat pun menurun. Suasana damai itu tercipta karena masyarakat semakin sadar dan tereduksi.

"Dulu 2018 kita terpolarisasi ada cebong dan kampret namun pada tahun ini sudah berkurang. Karena masyarakat kita juga sudah terus meningkat kecerdasan dan kesadarannya. Untuk itu perlu edukasi dengan masyarakat. Karena itu perlu kerja sama antar media, lembaga pemerintah dan pendidikan, ahli peneliti, kerjasama internasional dan masyarakat," jelasnya lebih lanjut.

Walaupun demikian, Jenderal Bintang Dua itu juga mengungkapkan bahwa di tengah meluasnya arus informasi saat ini, tantangan lain dalam menghadapi pemilu juga mesti dikelola. Salah satunya persoalan hoaks atau berita bohong.

Kapolda mengungkapkan bahwa hoaks menimbulkan permasalahan karena bertentangan dengan prinsip kejujuran etika dan integritas. Apalagi, saat ini media informasi di Indonesia sangat banyak. Karena itu, Agung meminta agar media bisa menjadi lembaga yang menyaring berita yang keliru.

"Sekarang 18 ribu media saat ini bagaimana media mengelola informasi untuk melawan hoaks. Begitu juga media sosial bagaimana dapat dikelola dengan baik. Karena pemilu ada untuk menentukan pemimpin, karena negara perlu seorang pemimpin, karena itu negara harus menghasilkan pemimpin melalui pemilu," tutupnya.




Editor : TR
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top