Rabu, 22 Juli 2026

Breaking News

  • Warga Keluhkan Akses Jalan Puskesmas Payung Sekaki Yang Tidak Layak. Perhatian Pemko Pekanbaru Dipertanyakan   ●   
  • Raih Pempred Award 2026, Agung Nugroho Wali Kota Terbaik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik   ●   
  • AWPI Waykanan Soroti Cara Kejari Panggil ASN Lewat WhatsApp, Minta Prosedur Resmi Ditegakkan   ●   
  • Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara   ●   
  • Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala   ●   
Kelapa Sawit Jadi Pendorong Utama Kenaikan NTPR di Riau
Sabtu 07 Oktober 2023, 12:26 WIB
Ilustrasi.jpg

Jetsiber.com - Pekanbaru - Pada bulan September 2023, Indeks NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen dari 161,96 pada bulan Agustus 2023 menjadi 162,76.

Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,73 persen, yang relatif lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani, yang hanya mencapai 0,23 persen.

NTPR mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen dari bulan sebelumnya, mencapai 162,76. Ini menunjukkan adanya peningkatan nilai ekonomi dari sektor perkebunan rakyat dalam periode tersebut.

"Peningkatan indeks harga yang diterima petani disebabkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok Tanaman Perkebunan Rakyat, khususnya kelapa sawit, yang naik sebesar 0,73 persen," kata Kepala BPS Riau Asep Riyadi, dilansir dari mediacenterriau, Sabtu (07/10/23).

Sementara itu, kenaikan indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh peningkatan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,35 persen, terutama pada komoditas seperti beras, cabai merah, dan cabai rawit.

Meskipun demikian, indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) mengalami penurunan sebesar 0,06 persen, terutama pada komoditas urea, NPK, KCL, dan lainnya.

Peningkatan NTPR dan kenaikan indeks harga yang diterima petani adalah indikasi positif bagi sektor perkebunan rakyat.

"Namun, perlu diingat bahwa faktor eksternal seperti fluktuasi pasar global dan kondisi cuaca juga dapat mempengaruhi kinerja sektor ini di masa mendatang," jelasnya.




Editor : TR
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top