Selasa, 21 Juli 2026

Breaking News

  • Warga Keluhkan Akses Jalan Puskesmas Payung Sekaki Yang Tidak Layak. Perhatian Pemko Pekanbaru Dipertanyakan   ●   
  • Raih Pempred Award 2026, Agung Nugroho Wali Kota Terbaik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik   ●   
  • AWPI Waykanan Soroti Cara Kejari Panggil ASN Lewat WhatsApp, Minta Prosedur Resmi Ditegakkan   ●   
  • Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara   ●   
  • Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala   ●   
Dokter Paru Riau Beri Penjelasan Dampak Kualitas Udara Buruk Bagi Kesehatan
Senin 02 Oktober 2023, 13:44 WIB
Kondisi udara di Riau.jpg

Jetsiber.com - Pekanbaru - Kualitas udara di Provinsi Riau terutama di Kota Pekanbaru sempat tercatat tidak sehat. Kondisi tersebut diduga karena adanya polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.


Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia cabang Riau dr Indra Yovi Sp. P (K),dikutip dari mediacenterriau mengatakan, orang-orang berisiko dan anak-anak sangat rentan terdampak akibat udara yang tidak sehat tersebut. Orang yang beresiko, yakni orang-orang yang sebelumnya sudah punya masalah kesehatan pernafasan.

"Seperti punya penyakit TBC, asma, dan kangker paru itu akan langsung berdampak pada imunitas pernafasan mereka. Kemudian juga pada anak, mereka lebih rentan terkena ISPA, namun itu masih merupakan efek jangka pendek,"jelas Indra.

Sementara itu, untuk efek jangka panjang tergantung pada seberapa parah polusi yang terjadi. Secara awam polusi tersebut juga dapat dilihat dari jarak pandang. Di mana semakin pendek jarak pandang maka semakin berbahaya polusi yang terjadi.

"Kalau dibawah 100 meter jarak pandang, itu berarti status polusi nya hitam," sebutnya.

Karena itu, pihaknya menyarankan jika melihat status kualitas udara tidak sehat, jika harus bepergian keluar rumah hendaknya menggunakan masker. Terutama bagi kelompok rentan dan anak-anak.

"Masker yang digunakan masker medis yang biasa saja, tidak perlu masker yang N95," tutup nya.***




Editor : TR
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top