Sabtu, 6 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Engkong Remas Kemaluan Bocah Hingga Tewas di Depok
Sabtu 30 September 2023, 07:39 WIB
Ilustrasi.jpg

Jetsiber.com - Depok - Kepolisian membeberkan kronologi pelecehan seksual terhadap bocah laki-laki berinisial MDF (12) warga Kecamatan Tapos, Kota Depok yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Hadi Kristanto, S.I.K., M.M., mengungkapkan bahwa pelaku pencabulan, yakni N alias Engkong yang berusia 70 tahun. Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang bermain bersama teman-temannya.


“Dari hasil pemeriksaan terhadap dua orang saksi, ternyata pelaku sudah beberapa kali melakukan pencabulan terhadap beberapa korban,” jelas Kasat Reskrim, dilansir dari TBNews, Jumat (29/09/23).

Kasat Reskrim mengungkapkan bahwa pada saat bermain, kemaluan korban diremas. Namun, korban hanya diam saja dan tidak berani melapor.

“Beberapa hari kemudian, tiga orang yaitu D, A dan R menaiki sepeda motor kemudian bertemu pelaku. Kemudian, pelaku melakukan peremasan terhadap korban disaksikan oleh kedua rekannya. Setelah itu korban menyampaikan ke rekannya kalau dia merasakan rasa sakit,” jelasnya lebih lanjut.

Setelah itu, dua atau tiga jam kemudian korban mengadu ke orang tuanya kalau telah terjadi pencabulan berupa tindakan peremasan. Laporan dari keluarga korban menduga tewasnya korban akibat kejadian pelecehan yang dilakukan oleh pelaku.

“Jadi, ada laporan serta ada perkiraan dari orang tua korban, bahwa kemungkinan anaknya meninggal akibat dari kejadian pencabulan tersebut, yakni adanya pemerasan di area kelamin korban,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa korban dan pelaku tidak ada hubungan keluarga.

“Tetapi hanya karena anak-anak sering bermain di lingkungan kompleks, jadi sering berpapasan dan sering bertemu dengan pelaku,” tutupnya.




Editor : TR
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top