Jumat, 5 Juni 2026

Breaking News

  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
  • Plt Kadisdik Pekanbaru Hadir Dalam Acara Perpisahan Peserta Didik SMPN 39   ●   
  • Ketua Bidang I Seruni Kabinet Merah Putih Melakukan Kunjungan ke RSUD Arifin Achmad   ●   
  • Peringati Hari Jadi Ke-50, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Bagi-Bagi Layanan Pap Smear Gratis   ●   
  • Satu Oknum Security Dinas Perpustakaan di Amankan Dalam Kasus Narkotika Jenis Sabu   ●   
Diduga Abu Pembakaran PT.BUMI MADU MANDIRI (BMM) Membuat Resah Masyarakat.
Kamis 31 Agustus 2023, 18:38 WIB
Abuberterbangankerumahwarga.jpg

Jetsiber.com - Way kanan-  Kesekian kalinya Warga Kampung Negara Jaya Kecamatan Negeri Besar kabupaten Waykanan, keluhkan adanya abu yang diduga  dari pembakaran lahan tebu  PT. Bumi Madu Mandiri (BMM)

Susi warga setempat akui merasa sangat terganggu dengan abu yang berterbangan di sekitar kampungnya,bahkan abu tersebut berterbangan di halaman rumah bahkan masuk ke rumah - rumah warga.

“ Abu hitam yang diduga berasal dari pembakaran lahan tebu itu banyak beterbangan masuk ke rumah-rumah warga di Kampung kami, sudah dunia begitu panas karena kemarau sekarang rumah rumah kami diserang oleh debu pembakaran lahan tebu ” ujar  Susi.

Ia mengatakan bahwa Abu sisa pembakaran tebu  yang diduga milik PT.BMM di rasakan nya dalam dua hari ini begitu meresahkan,banyak nya abu yang masuk ke rumah-rumah warga meskipun  pintu dan jendela sudah ditutup rapat, namun sisa-sisa pembakaran tetap saja masuk.

 "Hal ini tentunya  sangat mengganggu kehiduan kami yang memang sudah susah ini, baru disapu,kotor lagi sapu kotor lagi, abu hitamnya tetap saja masuk dan mengotori rumah,” imbuh Susi.

Senada dengan Susi beberapa warga ikut keluhkan kejadian yang menimpa kampung mereka.

Salah satu tokoh Masyarakat yaitu H.Usman Karim.,S.pd yang merupakan mantan Pejabat Teras Kabupaten Waykanan Kampung Negara Jaya saat di konfirmasi  media jetsiber.com.membenarkan hal tersebut,dan turut prihatin dengan keadaan yang terjadi.

" Untuk menjemur pakaian pun susah, apalagi pakaian berwarna putih akan hitam kembali, apalagi abu hasil pembakaran tebu itu seolah menempel di kain, sehingga sangat merugikan." Jelasnya.

 Menurutnya keadaan masa ini kemarau dan susah air , sekarang rumah warga diserang debu hitam yang diduga berasal dari pembakaran lahan tebu milik PT.BMM.yang saat ini memang sedang panen.
Usman mengatakan bahwa pembakaran tiap tahun dilakukan secara sengaja oleh perusahaan tersebut  guna mempercepat dan mempermudah saat memanen,hal tersebut sudah ber ulang dari tahun ke tahun, namun sangat di sayangkan karena tidak ada tindakan dari Pihak pemerintah atau pihak-pihak terkait yang setempat.

Ahmadi tokoh Pemuda Negeri Besar menambahkan, dugaan pembakaran lahan tebu ini sebenarnya bukan hanya diduga dilakukan oleh PT BMM, akan tetapi juga dilakukan oleh PT PSMI, yakni salah satu Perusahaan  Perkebunan tebu dan Pabrik Gula terbesar di Lampung , akan tetapi tidak pernah tersentuh hukum.

 "Manisnya gula dari PT.BMM ini kami tidak pernah mencicipi, tapi kalau sisa pembakarannya kami selalu merasakan dampaknya, anehnya lagi pembakaran yang jelas jelas tidak diperbolehkan itu sama sekali tidak ada tindakan hukum oleh pihak yang berkompenten,” tegas Ahmadi, SAH.
NurS)




Editor : lelimaslina
Kategori : Nusantara
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top