Jumat, 5 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Hadapi Digitalisasi Global, Menkominfo Ingatkan Jaga Kedaulatan Data
Senin 28 Agustus 2023, 15:24 WIB
diskusi Chairul Tanjung Way Beyond Politics di XXI Plaza Indonesia.jpg

Jetsiber.com - Jakarta - Indonesia telah menginisiasi pembahasan keamanan data di antara negara anggota G20, lewat Digital Economy Working Group Presidensi G20 Indonesia 2022.

Ketika itu, Indonesia menekankan isu tentang cross-border data flow dan data free-flow with trust untuk menunjukkan peran penting data dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital dengan prinsip transparansi, keabsahan, keadilan, dan timbal balik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan persoalan kedaulatan data di tengah transformasi digital global memiliki arti penting. Menurutnya Indonesia perlu memberikan perhatian dalam kedaulatan data.

“Saya sudah diskusi dengan beberapa orang, kalau data Indonesia yang harus kita jaga yaitu data keuangan harus di Indonesia. Karena data keuangan kita ini vital, seluruh negara di dunia ketika ada apa-apa pasti lihat data keuangan. Kantong yang murni kita harus tahu, jangan negara lain tahu,” ungkapnya dalam sesi diskusi Chairul Tanjung Way Beyond Politics di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (27/08/2023).

Data keuangan memiliki arti penting bagi setiap negara. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menegaskan arti penting pelindungan terhadap data keuangan negara. Menteri Budi Arie menegaskan arti penting keamanan data juga menjadi satu dari tiga isu dalam pembahasan Digital Economy Working Group Presidensi G20 India 2023.

“Yang pertama infrastruktur digital; yang kedua upskilling digital talent untuk meningkatkan kemampuan literasi digital buat seluruh masyarakat; dan ketiga ini yang penting yaitu security in digital economy, keamanan, ini soal kedaulatan data,” tandasnya.

Menurut Menkominfo berkaitan dengan keamanan data antarnegara, dalam DEWG Presidensi G20 India 2023, Pemerintah Jepang mengusulkan konsep data free flow with trust atau pertukaran data berbasis kepercayaan. Menteri Budi Arie menyatakan konsep tersebut selaras dengan usulan Indonesia dalam pertemuan sebelumnya.

“Jepang mengusulkan data free flow with trust. Jadi data mengalir bebas tapi kita mau pakainya sama (berbasis) kepercayaan, karena Jepang selalu maju dari beberapa negara karena mereka value-nya ada seperti ke Asia maupun wilayah Timur,” ujarnya.

Dalam Ngobrol untuk Indonesia Maju, hadir Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan pendiri sekaligus pimpinan CT Corp dan Trans TV Chairul Tanjung.(Humas Kementerian Kominfo)




Editor : lelimaslina
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top