DanaBLT.jpgJetsiber.com - Rohil - Diduga dana bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat untuk warga tak mampu,masih banyak bermasalah di Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan Kecamatan Kubu Kab. Rokan Hilir .
Penerima manfaat BLT sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 huruf a di prioritaskan keluarga miskin yang berdomisili di desa yang bersangkutan dan terdaftar dalam Kartu Keluarga,Sehingga setiap penerima manfaat (BLT) akan mendapatkan uang sebesar Rp 300.000,- harus tepat sasaran.
Awak media Jetsiber.Com (09/07/2023) menerima pesan WhatsApp dan telfon berupa laporan dari masyarakat terkait dugaan adanya diskriminasi dan tidak transparannya dana BLT yang dikelola, sehingga masih ada warga yang seharusnya mendapat hak justru jadi penonton.Kasus ini terungkap karena warga sudah lelah, namun selama ini masyarakat lebih banyak memilih diam mencari jalan aman.
Akibat arogansi leletnya dan tidak transparannya mengupdate data warga penerima BLT, salah satu korban adalah ibu Saudah yang sama sekali belum pernah mendapat aliran bantuan BLT di tahun 2023,menurut keterangan nya mengatakan bahwa sebelumnya Ia di tahun 2022 bersama warga yang lain mendaftar ,mak-mak kelahiran 1953 sebelumnya masih terdaftar, akan tetapi menerima bantuan program dari pemerintah pusat.
Berdasarkan hasil konfirmasi salah satu warga diduga masih ada warga lain juga mengalami nasib yang sama dengan ibu Saudah yang kini menjadi penonton setia.
Warga Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan Ismail angkat bicara terkait sengkarut BLT.,Warga yang satu ini kerap mengoreksi kinerja Aparat Desa di Kepenghuluan.
" Orang seperti aparat oknum Kepenghuluan tebang pilih dalam menyalurkan BLT di tahun 2023.,Per Januari - Maret bahkan sampai Juli 2023 sama sekali tidak pernah mendapat undangan pemberitahuan dari Kepenghuluan untuk mendapatkan bantuan per bulan Rp 300.000,- tersebut."ungkap Ismail.
Ia juga megatakan bahwa tetangga dan warga lain yang dulu sama-sama antrian mereka masih eksis menerima bantuan, salah satunya BLT,beber Ismail sang Vokal.
"Diduga data ibu Saudah qoib sudah tidak ada alias hilang tidak terdata besar kemungkinan,Buktinya sampai terkini ia tak kunjung mendapat undangan dari Kepenghuluan sebagai warga yang seharusnya layak menerima BLT," ujar Ismail menambahkan.
Ismail juga mengatakan bahwa dirinya sempat konfirmasi ke kantor Kepenghuluan, apa yang menyebabkan Ibu Saudah tidak terdaftar sebagai penerima,Pihak Kepenghuluan tidak bisa memberikan jawaban detail sebab akibatnya
Berdasarkan informasi dari narasumberlainnya bahwa diduga masih ada warga desa yang juga mengalami nasib yang sama seperti di alami ibu Saudah.
Menurut beberapa sumber warga lain nya mengatakan bahwa Kepenghuluan Rantau Panjang Kec. Kubu sangat alergi dan antipati jika di keritik sama warga nya,terkesan jika mengoreksi kinerja di Kepenghuluan siap-siap Kita akan mendapat kesulitan,ujar Narasumber dan warga yang lain saat dikonfirmasi.
Bahkan awak media Jetsiber.Com sempat menerima rekaman terkait jejak rekam prilaku sang pejabat petinggi di Kepenghuluan tersebut.
"Saya tak takut dipersulit jika keluarga saya di blacklist tidak mendapatkan bantuan karena membocorkan info ini ke pihak media tulis saja Bang nama saya." ujar Ismail.
Terkait kasus BLT tersebut, selanjutnya awak media Redaksi86.com mencoba mengkonfirmasi Penghulu Rantau Panjang melalui sambungan telfon dan sempat dikonfirmasi via WhatsApp terkait adanya pembagian BLT yang terindikasi bermasalah dan tidak tepat sasaran tersebut, namun sampai berita dipublikasikan belum ada jawaban terkonfirmasi dari sang Penghulu.
Berdasarkan hasil konfirmasi dari salah satu warga penerima BLT mengatakan,bahwa biasanya oknum Perangkat Kepenghuluan akan memberikan informasi langsung ke rumah warga dan membagikan surat pemberitahuan undangan untuk yang menerima bantuan BLT tersebut
Terkait dugaan masih adanya beberapa warga yang belum juga menikmati hak aliran dana BLT 2023,terlihat sebagian warga lainnya terlihat masih malu-malu dan terkesan risih akan resiko serta dampak ikut membeberkan sengkarut BLT tersebut.
Awak media Jetsiber.Com masih menunggu data di lapangan dari warga di wilayah Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan Kecamatan Kubu, terkait siapa saja warga yang berhak mendapatkan bantuan BLT namun belum terakomodir.
Masih menurut Ismail, kita lagi mencari info dilapangan berapa jumlah warga terpapar belum mendapat BLT, Siapakah yang tidak mendapatkan BLT masih ditelusuri dilapangan," ujar Ismail yang berani pasang badan untuk membuka tabir sengkarut BLT yang kini jadi buah bibir masyarakat tempatan.**(Rudy.H)
| Editor | : | lelimaslina |
| Kategori | : | Nasional |
silakan kontak ke email: [email protected]



01
02
03
04
05




