Rabu, 22 Juli 2026

Breaking News

  • Warga Keluhkan Akses Jalan Puskesmas Payung Sekaki Yang Tidak Layak. Perhatian Pemko Pekanbaru Dipertanyakan   ●   
  • Raih Pempred Award 2026, Agung Nugroho Wali Kota Terbaik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik   ●   
  • AWPI Waykanan Soroti Cara Kejari Panggil ASN Lewat WhatsApp, Minta Prosedur Resmi Ditegakkan   ●   
  • Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara   ●   
  • Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala   ●   
Pramuka Banyumas Terima Sosialisasi Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Sabtu 24 Juni 2023, 21:05 WIB
Pramuka.jpg

Jetsiber com.Banyumas Peserta Perkemahan Gladi Widya Ksatria Kendalisada (GWKK) Kwarcab Banyumas mendapatkan sosialisasi gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto. Kegiatan dilaksanakan Sabtu sore 24 Juni 2023 di Lapangan Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.

Peserta GWKK sebanyak 16 regu yang beranggotakan pramuka penegak yang berasal dari 8 sekolah SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyumas.

Tri Santoso salah satu Tim Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto mengatakan mata uang rupiah memiliki fungsi yang dalam dan tidak hanya sebagai alat pembayaran sah di Indonesia, tapi juga sebagai simbol kedaulatan dan alat pemersatu bangsa.

"Rupiah kita ada maknanya, bisa sebagai pemersatu bangsa dan alat transaksi sah di negara ini. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat khususnya adik adik pramuka, agar lebih mencintai dan menghargai rupiah," katanya.

Ia berharap dengan sosialisasi ini, para peserta dapat berbagi pengetahuan tentang uang rupiah kepada teman-temanya. Mengingat para peserta adalah perwakilan dari masing masing sekolah.

Anggota Tim lainya Risa Rohmanto dan Muhtori menjelaskan cinta rupiah ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar.

Kemudian, bangga rupiah ditunjukkan dengan menggunakan rupiah di setiap transaksi. Dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi, maka masyarakat sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada rupiah.

Paham rupiah ditunjukkan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi.

Mereka juga berpesan agar dalam kehidupan sehari-hari, cinta rupiah dapat dilakukan dengan 5 cara, yaitu jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret, jangan dibasahi, dan jangan "disteples".

"Karena pada uang rupiah terdapat gambar pahlawan, pemandangan, dan kebudayaan Indonesia yang harus dikenang jasanya, dihormati, dan dikenalkan bahwa Indonesia sangat indah dan kaya budaya," lanjutnya.

Para peserta juga dijelaskan, cara mengenali uang rupiah dengan cara 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

Ketika mendapat pertanyaan dari peserta mengapa benang pengaman berbeda beda di tiap nominal uang rupiah.

"Itu adalah salah satu cara membantu disabilitas tuna netra agar mengenali nominal uang, sehingga tidak tergantung dengan orang lain," jelas Risa Rahmanto.
John Hutapea & Nas Sibarani




Editor : Lelimaslina
Kategori : Nusantara
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top