Jumat, 5 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Ratusan Massa LLMB Pelalawan Geruduk Gedung DPRD Menyampaikan Aspirasi Masyarakat
Kamis 09 Maret 2023, 20:28 WIB

JETSIBER.COM | Pelalawan - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kabupaten Pelalawan laksanakan aksi Demo damai di Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan.

Panglima Muda DPD LLMB Kabupaten Pelalawan Datin Hj. Dwi Prima Wahyuni yang didampingi Datuk Zulkarnaen sebagai DANKOTI DPD LLMB Kabupaten Pelalawan dan Samsul sebagai Panglima Harian DPD LLMB Kabupaten Pelalawan mengatakan bahwa aksi demo menyampaikan tuntut beberapa poin yang menjadi kegundahan masyarakat Kabupaten Pelalawan. Kamis, 9/8/2023 di Halaman Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan.

Panglima Muda DPD LLMB Datin Hj. Dwi Prima Wahyuni menjelaskan tuntutan yang  di sampaikan pada hari ini di DPRD Pelalawan yaitu berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Dimana sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tahun 2018 ,penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 60 persen  putra daerah dan 40 persen tenaga kerja luar Putra daerah.ujar Datin Hj. Prima

Kemudian tuntutan yang kedua masalah keracunan gas kebocoran gas yang mengakibatkan 35 orang terkontaminasi oleh keracunan yang terjadi pada bulan lalu. Berikutnya terkait kejadian kecelakaan kerja di salah satu sub kontraktror PT.RAPP yang mengakibatkan kematian atas insiden tersebut.Kematian dari karyawan PT. NPE akibat kebocoran pipa stim yang meledak,sehingga karyawan tersebut meregang nyawa setelah mendapat perawatan medis.

Tuntutan berikutnya adalah yang berkaitan dengan tempat pendidikan anak anak masyarakat Pelalawan yang berada di Desa Lalang Kabung. Dimana perusahaan PT. RAPP agar bersedia untuk melepaskan dan menghibahkan lahan untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama ( SMP) di Desa Lalang Kabung. Jelas Datin Prima

"Berkaitan dengan keracunan gas zat kimia yang dialami oleh 35 karyawan PT.MSM tersebut terjadi bulan Februari saya lupa tanggalnya.Kalau kecelakaan kerja yang sampai mengakibatkan kematian.Akibat terjadinya ledakan pipa stim.Hal tersebut juga terjadi  di bulan Februari kemudian korban tersebut meninggal tanggal 25 Februari".

Panglima Muda Datin Hj. Prima sangat menyayangkan atas tindakan yang di lakukan oleh pihak perusahaan,sebab pihak RAPP ,waktu karyawan kecelakaan kerja tersebut masuk ruang  ICU itu tidak ada yang datang.

"Setelah pihak perusahaan dikonfirmasi diminta kepada pihak RAPP untuk menjenguk baru datang pada tanggal 7 Maret 2023 kerumah duka, padahal korban meninggal pada tanggal 25 Februari yang lalu"imbuhnya.

Datin Hj. Dwi juga menyebutkan kemarin baru tanggal 7 Maret, setelah surat dilayangkan ke Polres bawa akan ada aksi tuntutan yang seperti ini,baru pihak RAPP mendatangi rumah korban tanggal 7 kemarin hari Selasa.Belum diketahui apa hasilnya,karena mereka datangnya kemarin hari Selasa mungkin ada perdamaian dengan korban dan kami belum sempat untuk mendatangi rumah korban untuk menanyakan hal tersebut. Ujar Datin

"kita minta kedepannya RAPP lebih memikirkan lagi tentang masyarakat, memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat apabila terjadi peledakan pipa atau peledakan gas atau insiden apa yang harus dilakukan oleh masyarakat-masyarakat umum yang awam yang mereka tidak tahu, "tambahnya.

Kemudian kepada perusahaan-perusahaan yang ada diKabupaten Pelalawan agar lebih memperhatikan masyarakat setempat terlebih putar-putri daerah Kabupaten Pelalawan.Masyarakat ataupun Putra-putri daerah tidak meminta apa-apa,hanya tolong kami didahulukan dan di perhatikan, sebagai putra daerah kami tidak mau lagi menjadi penonton di negeri kami sendiri. tegas Datin Prima

"Untuk kedepannya kita berharap agar pihak RAPP lebih safety lagi mulai dari limbah sampai gas-gas yang beracun agar tidak ada lagi kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan terjadi korban-korban yang berjatuhan".tutup Datin Prima. (*/tim/raf/Sur) 




Editor : Red
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top