Jumat, 5 Juni 2026

Breaking News

  • Sambut HUT Pekanbaru Ke-242, Walikota Pekanbaru Terbitkan Surat Edaran Bagi Masyarakat   ●   
  • Ketua JWI: Anggaran Membengkak,  SMPN 01 Menggala Diduga Korupsi Dana Bos   ●   
  • Walikota Pekanbaru Melaksanakan Uji Coba 2 Bus Listrik Pada Launching Logo Hari Jadi Pekanbaru ke-242   ●   
  • Pemprov Riau Bersama Forkopimda Resmi Tandatangani Pakta Integritas SPMB Tahun 2026   ●   
  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
Santriwati Hanyut Terseret Air Bah di Batang Toru Akhirnya Ditemukan Tim SAR Gabungan.
Minggu 05 Maret 2023, 18:42 WIB

 

Tapanuli Selatan | Jetsiber.com - 05/03/2023 Pagi tadi, pencarian seorang santriwati yang hanyut terseret luapan air sungai Parsariran Kec. Batang Toru kembali dilanjutkan. Pencarian dengan melibatkan Rescuer Unit Siaga SAR Madina, Rescuer Pos SAR Sibolga, Polres Tapanuli Selatan, Koramil Batang Toru, BPBD Tapsel, Pihak pemerintah setempat dan warga sekitar melakukan pencarian dengan membagi beberapa tim.

Kepala Kantor Basarnas Medan Budiono, S.E., M.M. mengatakan Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan membagi beberapa tim yaitu tim pertama melakukan pencarian menggunakan Perahu LCR milik Unit Siaga SAR Madina (Basarnas Madina), tim kedua Perahu Rafting milik Unit Siaga SAR Madina, tim ketiga Perahu Tradisional Nelayan dan tim keempat melakukan pencarian dengan scouting darat disekitar bibir sungai.

  " Pencarian yang dilaksanakan hingga sore ini akhirnya membuahkan hasil, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 16.01 Wib di Desa Bandar Tarutung Kec. Angkola Sangkunur, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak Yayasan Pesantren yang disaksikan pihak kepolisian dan semua unsur yang terlibat." Bebernya.

Diketahui sebelumnya, Jumat, 03/03/2023,
Sungai Parsariran yang berada di Desa Hapesong Baru Kec. Batang Toru Kab. Tapanuli Selatan meluap dan menerjang disekitar kawasan pinggiran sungai.

Akibat air bah yang menerjang kawasan tersebut, enam (6) orang Santriwati Pesantren Ahmad Basyir menjadi korban. Kronologis kejadian bermula sekitar pukul 15.00 wib, keenam santriwati tersebut sedang beraktivitas ditepi sungai namun naas tiba-tiba air sungai meluap dan langsung menyeret keenam korban. Empat (4) santriwati berhasil diselamatkan dan satu (1) orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia namun naas satu orang Santriwati tak kunjung ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Unit Siaga SAR Madina untuk melakukan pencarian.

Data Korban:
1. Nama : Amanda
    Umur : 12 Tahun
    Alamat : Pangarongan
2. Nama : Windi
     Umur : 12 THN
     Alamat : Aek Pardomuan
3. Nama : Sania
     Umur : 12 THN
     Alamat : Wek III
4. Nama : Silha
     Umur : 13 THN
     Alamat : Gununung Tua Marancar
5. Nama : Zuriah
     Umur : 12Thn
     Alamat : Angkola Sangkunur (Meninggal Dunia)
6. Nama : Sisra
     Umur : 14 tahun
     Alamat : Pangarongan ( ditemukan meninggal dunia). (TIGOR)




Editor : Red
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top