Foto : Karhutla di Jalan Sido Rukun Ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (26/08/2026)Jetsiber.com - Pekanbaru - Polsek Payung Sekaki bersama personel gabungan saat ini tengah intensif melakukan kegiatan pendinginan dan pembasahan di lahan bekas terbakar yang terletak di Jalan Sido Rukun Ujung, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (26/08/2026).
Sebelumnya, selama tiga hari Tim gabungan yang dipimpin Polsek Payung Sekaki berjuang menjinakkan api di atas lahan gambut yang ditumbuhi pohon sawit, semak belukar dan tumbuh-tumbuhan liar lainnya yang telah kering akibat musim kemarau. Dan pada hari ini Tim gabungan berupaya melakukan penyiraman atau pembasahan di atas lahan yang terbakar sekitar lebih kurang 2 hektar.

Proses pendinginan ini dimaksudkan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang dapat memicu munculnya kembali titik api.
Dan Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Payung Sekaki, AKP Rafidin L Gaol, S.H, M.M dan dimulai sekitar pukul 08.00 Wib.
Di lokasi terlihat personil Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Payung Sekaki, Pertamina Fire Emergency, DLHK Kota Pekanbaru serta Kementerian PU Tanggap Darurat BPBPK Riau, menyisir lahan bekas terbakar, bahu membahu melakukan penyiraman dan pembasahan terhadap sisa-sisa kebakaran guna proses pendinginan.
Dan untuk memperlancar kegiatan tersebut PHR Fire Emergency menurunkan 1 unit mobil Damkarnya yang berkapasitas 15.000 liter. Sementara itu DLHK Pekanbaru dan Kementerian PU masing-masing menurunkan 2 unit mobil tangki airnya yang berkapasitas 4.000 liter.
Ketika dimintai konfirmasinya, Kasat Reskrim Polsek Payung Sekaki, IPDA Riski Aulia Wahyudi, S.H, mewakili Kapolsek, mengatakan bahwa penanganan karhutla di payung sekaki hingga saat itu telah memasuki hari keempat. Dan lewat kerja sama yang baik antar lintas instansi, penanganan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Saat ini kita melakukan proses pendinginan dengan melakukan penyiraman atau pembasahan terhadap sisa-sisa kebakaran lahan. Dan untuk hari ini kita telah menghabiskan sekitar 100.000 hingga 150.000 liter air," lanjutnya lagi.
"Proses pendinginan ini harus kita pastikan bahwa air benar-benar membasahi bara api yang ada di dalam tanah. Oleh karena itu, titik-titik asap yang ada kita urai agar air dapat menembus lapisan bawah tanah dan membasahi bara api sehingga membuatnya padam," pungkasnya.
Meskipun penanganan karhutla di Payung Sekaki dapat teratasi, namun Tim gabungan tetap memantau dan mengawasi kawasan tersebut untuk mencegah munculnya kembali titik-titik api yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. (Victor Sinaga)
| Editor | : | Redaksi |
| Kategori | : | Pekanbaru |
silakan kontak ke email: [email protected]



01
02
03
04
05





