Minggu, 9 Agustus 2026

Breaking News

  • KONDISI GEDUNG RKB MAN 1 ROKAN HILIR DIPERTANYAKAN SETELAH MUNCUL KERETAKAN. GNBR AKAN LAPOR KE APH   ●   
  • Penuh Semangat Kemerdekaan! Lapas Pekanbaru Ikuti Pembukaan Pekan Olahraga Ditjenpas Riau HUT RI ke-81   ●   
  • Rakor Akselerasi Perda Green City (Perda Lingkungan) Kota Pekanbaru Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru dan Tim Pakar   ●   
  • Taruna Poltekip Pamit Usai Laksanakan KKN di Lapas Pekanbaru   ●   
  • Semarak HUT RI ke-81, Lapas Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Warga Binaan dan Masyarakat   ●   
KAPOLDA SUDAH TURUN! TAPI MAFIA HUTAN PALIKA TETAP BANDEL: 2 EKSKAVATOR TERTANGKAP BASAH DI TITIK KOORDINAT INI, ADA BEKING BESAR ?
Kamis 06 Agustus 2026, 14:29 WIB

 

Rohil - Jetsiber.com | (06/08/2026 )Rakyat Rokan Hilir kembali dibuat geram.  

Kasus perambahan hutan di wilayah Palika kembali terbongkar.

Ironisnya, ini terjadi setelah Kapolda Riau sendiri turun langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.  
Bahkan membawa Tim Krimsus Polda RiauTapi apa daya, kedatangan orang nomor 1 di jajaran Polda Riau itu ternyata tidak membuat nyali para mafia hutan ciut sedikitpun.

TITIK KOORDINAT LOKASI PEMBABATAN HUTAN   
Media  telah menerima dokumentasi foto dan video dari Tim Maakruf yang berada di lapangan. 

Berdasarkan data GPS yang terekam, lokasi pembabatan hutan tersebut berada di titik koordinat:  
*Lat 2.275046° Long 100.409281°*  
*Lokasi: Pasir Limau Kapas, Riau 28991*  
*Alamat Plus Code: 7cg5+8rj*  
*Waktu Rekam: Rabu, 05/08/2026 Pukul 18:12:41 WIB*

Titik koordinat tersebut berada di wilayah *Dusun Tuah Sekato, Kepenghuluan Sungai Daun, Kecamatan Palika, Kabupaten Rokan Hilir*.  
Lokasi ini diduga kuat merupakan *kawasan hutan produksi konversi dan kawasan konservasi*.

Dalam foto terlihat 1 unit excavator warna merah berada di tengah lahan yang masih ditumbuhi semak dan pakis.  
Dalam video berdurasi beberapa menit terlihat 2 unit alat berat sedang beroperasi membabat hutan.

Berdasarkan hasil konfirmasi, Maakruf, Tokoh Masyarakat setempat* membenarkan hal tersebut.  
_"Telah terjadi dugaan perambahan kawasan hutan produksi konversi di wilayah Dusun Tuah Sekato, Kepenghuluan Sungai Daun. Dengan menggunakan alat berat excavator. 2 alat berat ditemukan tertangkap basah oleh tim tersebut,"_ ujar Maakruf.

DAMPAK DAN KERUGIAN


Akibat pembukaan lahan liar di titik koordinat tersebut, puluhan hektar hutan diduga telah rata dengan tanah.  
Kerugian negara ditaksir mencapai miliaran rupiah dari nilai tegakan kayu dan kerusakan lingkungan.

Atas aksi ini, para pelaku diduga melanggar *Pasal 17 ayat 2 huruf b jo Pasal 78 ayat 2 UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan*. 
Ancaman: pidana 5 tahun penjara dan denda Rp2,5 Miliar.

PERTANYAAN PUBLIK
Seberani apa para mafia ini?

Apakah mereka punya beking besar di belakang?

Kok bisa tetap beraksi di titik koordinat yang sudah dipetakan ini meski Kapolda sudah turun?"

Hingga berita ini diterbitkan, 
masih berupaya mengkonfirmasi ke Polda Riau dan Dinas Kehutanan Provinsi Riau. 
Bukti foto, video, dan data titik koordinat hasil investigasi ini juga akan kami serahkan ke pihak berwajib.

Kami mendesak. Sikat mafia hutan sampai ke akar-akarnya. Siapapun bekingnya, harus ditangkap!

Reporter: Rudy Hartono  Sumber Info : Team Investigasi  Tim Lapangan .

 




Editor : Redaksi
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top