Selasa, 21 Juli 2026

Breaking News

  • Warga Keluhkan Akses Jalan Puskesmas Payung Sekaki Yang Tidak Layak. Perhatian Pemko Pekanbaru Dipertanyakan   ●   
  • Raih Pempred Award 2026, Agung Nugroho Wali Kota Terbaik Bidang Informasi dan Komunikasi Publik   ●   
  • AWPI Waykanan Soroti Cara Kejari Panggil ASN Lewat WhatsApp, Minta Prosedur Resmi Ditegakkan   ●   
  • Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mapolda Riau Meriah, Hiburan, Stand Up Comedy hingga Doorprize Warnai Acara   ●   
  • Ketua DPW JWI Provinsi Lampung Minta Kadisdikbud Tulang Bawang Tindak Tegas Oknum Kepala SMP Negeri 1 Menggala   ●   
BGN minta SPPG prioritaskan MBG untuk 3B sebelum sasar sekolah
Minggu 15 Februari 2026, 18:56 WIB

Jetsiber.com | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum menyasar sekolah atau peserta didik.

Penegasan ini dinilai penting karena masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan, mengingat pada tahap awal pembangunan SPPG, terdapat mitra yang langsung menjalin kerja sama dengan sekolah, padahal, ketika dapur SPPG baru dibangun, sasaran pertama yang harus dipastikan adalah kelompok 3B.

"Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Sony juga mengemukakan bahwa Program MBG memiliki keunggulan dibandingkan praktik di banyak negara lain karena lebih dari 77 negara hanya melaksanakan school mealatau makan gratis di sekolah, tetapi Indonesia menjadi pionir yang memberikan makanan bagi kelompok 3B.

"Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B," katanya.

Bahkan, menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu. Hal ini didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, mengingat Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Sony juga menyampaikan, melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat. Anak-anak di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, mulai memahami bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.

"Pola pikir masyarakat Indonesia berubah, yang tadinya tidak memperhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin," ucap Sony.

Sumber : Antara




Editor : Redaksi
Kategori : Nasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 



Scroll to top