Jetsiber.com | ROKAN HILIR – 31/ 01/ 2025 Klaim realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana SDN 017 Bagan Punak Meranti senilai Rp390 juta sepanjang 2023–2025 kini berhadapan langsung dengan fakta di lapangan. Bangunan sekolah tampak rusak dan tak terawat, jauh dari gambaran sekolah yang menghabiskan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana ratusan juta rupiah yang bersumber dari dana BOS.
Pantauan di lokasi menunjukkan penampakan dinding sekolah kumuh dan kotor, plafon rusak dan bocor, serta fasilitas pendukung pembelajaran dalam kondisi memprihatinkan. Fakta ini menimbulkan pertanyaan mendasar: ke mana anggaran pemeliharaan itu dialirkan ?
Meskipun berita kasus skandal sekolah SDN 017 sudah beberapa media mempublikasikan dana pemeliharaan sarana prasarana sekolah sumber dana BOS namun belum ada pernyataan stetmen penanggungjawab dari Kabid BOS terkait temuan baru fisik sekolah hingga di tahun 2025 masih ada fisik bangunan rusak tak terurus d,sementara sudah di realisasikan anggaran BOS utk fasilitas pemeliharaan prasarana tersebut belum terjawab Kabid Bos Dinas PDK .
Padahall dinas memiliki fungsi pengawasan langsung terhadap pengelolaan Dana BOS di satuan pendidikan.
Transparansi yang seharusnya melekat pada pengelolaan Dana BOS justru membuat pertanyaan publik saat ini . Padahal, dana tersebut bersumber dari uang negara dan wajib dipertanggungjawabkan kepada publik.
Sebelumnya, Tim BOS Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir begitu ngotot bahkan menyampaikan klarifikasi mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan SDN 017 Bagan Punak Meranti. Namun klarifikasi itu kini dipertanyakan, setelah kondisi riil sekolah terungkap tidak sejalan dengan laporan realisasi anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pejabat terkait yang bersedia menjelaskan kontradiksi antara keterangan Tim bos dan kelala sekolah dan kondisi fisik bangunan sekolah. Keheningan ini justru mempertebal dugaan adanya praktik pengelolaan Dana BOS yang tidak transparan..
Berdasarkan konfirmasi awak media, dana anggaran 20 persen anggaran khusus untuk pemeliharaan sarana dan prasarana di tahun 2025 sebagian di antara justru untuk perbaikan rehab kantin , buat renovasi pembangunan taman sekolah yang tidak urgen di laksanakan justru diprioritaskan. .Untuk rehab ringan seperti plafon yang sudah rusak ,kaca jendela yang pecah , konsen yang rusak dan tembok yang sudah kelihatan buram & kumuh justru tidak di kerjakan .
Bantuan DAK di kucurkan per tahun anggaran khusus 20 persen dari total per tahun 300 , utk fasilitas anggaran prasarana dan prasarana pemeliharaan ringan pertahun 20 persen tersebut layak di pertanyakan publik apakah realisasinya sesuai petunjuk juknis DAK ?
Anggaran SDN 027 tersebut berdasarkan informasi konfirmasi Kabid Bos Dinas PDK
rutinendapat anggaran Rp 300 000.000 pertahun . Menurut Kabid DAK ,kepsek yang tersebut sudah 3 tahun menabat jadin Kepsek di SDN 017 Nahan Punak Meranti tersebut.
** Rudy. Hartono ""
| Editor | : | Redaksi |
| Kategori | : | Nasional |
silakan kontak ke email: [email protected]



01
02
03
04
05




