Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Lapas Gunung Sugih Terima Kunjungan Kabag TUM Kanwil Ditjenpas Lampung dalam Rangka Sosialisasi dan Monev Zona Integritas   ●   
  • Plt Kadisdik Pekanbaru Hadir Dalam Acara Perpisahan Peserta Didik SMPN 39   ●   
  • Ketua Bidang I Seruni Kabinet Merah Putih Melakukan Kunjungan ke RSUD Arifin Achmad   ●   
  • Peringati Hari Jadi Ke-50, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Bagi-Bagi Layanan Pap Smear Gratis   ●   
  • Satu Oknum Security Dinas Perpustakaan di Amankan Dalam Kasus Narkotika Jenis Sabu   ●   
Handana, Program MBG Dari Presiden Prabowo Subianto Harus di Jaga Marwahnya
Sabtu 31 Januari 2026, 06:52 WIB

Jetsiber.com | DURI — Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, kembali disorot publik. Di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, sebuah dapur penyedia MBG diduga menyalurkan makanan dan buah yang tidak layak konsumsi. Bahkan, dalam temuan yang beredar, bahan makanan tersebut diduga terkontaminasi belatung.

Dugaan tersebut mencuat ke ruang publik setelah warga mengunggah dokumentasi visual di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat kondisi buah yang diduga telah membusuk dan mengandung larva. Jika temuan ini terbukti benar, persoalannya tidak lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan potensi ancaman serius terhadap kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama program MBG.

“Ini program negara, bukan proyek coba-coba. Jika makanan yang disalurkan dalam kondisi seperti ini, risikonya sangat berbahaya bagi kesehatan,” ujar Handana, Hulubalang Tameng Adat Lamr Mandau, Jumat (30/1/2026).

Program MBG sejatinya dirancang sebagai intervensi negara untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda. Namun, dugaan temuan ini justru membuka pertanyaan serius mengenai lemahnya pengawasan, diabaikannya standar higienitas, serta potensi pelaksanaan program yang tidak sesuai dengan tujuan awal.

Handana menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka tanggung jawab tidak semata berada pada dapur penyedia. Ia menegaskan adanya kemungkinan kegagalan pada rantai pengawasan, mulai dari pelaksana teknis hingga otoritas pengendali di tingkat daerah.

“Program besar dengan anggaran besar tidak boleh dikerjakan dengan mental proyek murahan. Harus ada pengawasan ketat dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh, investigasi independen, serta penjatuhan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran. Menurutnya, program MBG tidak boleh berubah menjadi bom waktu kesehatan yang justru mencederai kepercayaan publik terhadap agenda strategis nasional.

“Program Presiden Prabowo Subianto harus dijaga marwahnya. Jangan sampai tujuan mulia ini dikotori oleh kelalaian di lapangan. Makan Bergizi Gratis harus benar-benar bergizi, higienis, dan manusiawi, bukan sekadar gratis, apalagi berbahaya,” pungkas Handana.

 




Editor : Redaksi
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Redaksi JETSIBER.COM,
silakan kontak ke email: [email protected]


Komentar Anda
Berita Terkait
 
 


Scroll to top